Kristi Noem, Menteri ‘Barbie’ yang Dituduh Selingkuh hingga Dipecat Trump
Gurihkepo.id – Nama Kristi Noem kembali menjadi sorotan publik internasional setelah karier politiknya diguncang berbagai kontroversi. Politisi Partai Republik asal Amerika Serikat ini bahkan dijuluki “Menteri Barbie” oleh sebagian media karena penampilannya yang glamor di tengah jabatan politik yang serius. Namun di balik citra tersebut, Noem harus menghadapi berbagai tuduhan, mulai dari isu perselingkuhan hingga kritik terhadap kebijakan dan gaya kepemimpinannya.
Kontroversi yang terus bermunculan akhirnya membuat Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump, mengambil langkah tegas dengan memberhentikan Noem dari jabatannya sebagai Menteri Keamanan Dalam Negeri.
Sosok Kristi Noem dalam Dunia Politik
Kristi Noem merupakan politisi senior dari Partai Republik yang telah lama berkarier di panggung politik Amerika Serikat. Ia lahir pada 30 November 1971 di South Dakota dan memulai karier politiknya sebagai anggota legislatif negara bagian sebelum terpilih menjadi anggota DPR Amerika Serikat pada 2011.
Kariernya terus menanjak ketika ia terpilih sebagai Gubernur South Dakota pada 2019. Dalam sejarah negara bagian tersebut, Noem menjadi perempuan pertama yang menduduki posisi gubernur.
Pengaruhnya di Partai Republik semakin kuat hingga akhirnya dipilih untuk menduduki posisi strategis dalam pemerintahan Donald Trump. Pada Januari 2025, ia resmi menjabat sebagai Menteri Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat setelah mendapat persetujuan Senat.
Sebagai pejabat tinggi pemerintah federal, Noem menjadi salah satu figur penting dalam kebijakan keamanan dan imigrasi di Amerika Serikat.
Julukan “Menteri Barbie” yang Melekat
Selama menjabat, Kristi Noem kerap menjadi perhatian media karena gaya penampilannya yang dianggap glamor. Ia sering tampil dengan riasan dan busana yang mencolok ketika menjalankan tugas sebagai pejabat pemerintah.
Beberapa media bahkan menyematkan julukan “ICE Barbie” atau “Menteri Barbie”, merujuk pada perannya di lembaga keamanan sekaligus penampilannya yang dianggap terlalu modis untuk seorang pejabat yang memimpin lembaga keamanan nasional.
Julukan tersebut menjadi viral di media sosial dan semakin memperkuat citra publiknya sebagai politisi yang sering tampil dramatis dalam berbagai kegiatan resmi.
Kontroversi Kebijakan dan Kepemimpinan
Selama memimpin Departemen Keamanan Dalam Negeri, Kristi Noem dikenal memiliki pendekatan keras terhadap kebijakan imigrasi. Ia secara aktif mendukung langkah penegakan hukum yang agresif terhadap imigran ilegal di Amerika Serikat.
Namun kebijakan tersebut memicu banyak kritik dari berbagai kalangan, termasuk politisi dari Partai Demokrat dan sebagian anggota Partai Republik. Beberapa kebijakan yang diambil dianggap terlalu ekstrem dan menimbulkan kontroversi di tingkat nasional.
Situasi semakin memanas ketika sejumlah insiden terkait operasi imigrasi menimbulkan sorotan publik. Kebijakan tersebut dinilai memperburuk citra pemerintah dan menimbulkan perdebatan luas mengenai pendekatan keamanan nasional.
Selain itu, Noem juga mendapat kritik terkait pengelolaan anggaran serta keputusan internal di departemen yang dipimpinnya.
Isu Perselingkuhan yang Mengguncang Karier
Salah satu kontroversi terbesar yang menimpa Kristi Noem adalah rumor hubungan pribadinya dengan seorang penasihat politik bernama Corey Lewandowski.
Lewandowski sendiri merupakan tokoh yang cukup dekat dengan Donald Trump dan pernah menjabat sebagai manajer kampanye Trump pada pemilu sebelumnya. Hubungan keduanya memicu berbagai spekulasi di kalangan media dan elite politik di Washington.
Rumor mengenai kedekatan mereka bahkan disebut sebagai salah satu “rahasia umum” di lingkungan politik Amerika Serikat. Meski demikian, baik Noem maupun Lewandowski membantah adanya hubungan romantis di antara mereka.
Isu tersebut semakin memanas ketika pertanyaan mengenai hubungan pribadi mereka muncul dalam sidang kongres. Respons Noem yang dianggap tidak memberikan penjelasan tegas justru memicu spekulasi lebih besar di kalangan publik.
Situasi ini membuat reputasi politiknya semakin tertekan.
Keputusan Trump Memecat Kristi Noem
Serangkaian kontroversi yang terus terjadi akhirnya membuat Donald Trump mengambil langkah drastis.
Presiden AS tersebut secara resmi mengumumkan bahwa Kristi Noem akan digantikan oleh Senator Markwayne Mullin sebagai Menteri Keamanan Dalam Negeri. Keputusan ini diumumkan melalui media sosial milik Trump.
Pemberhentian tersebut menjadikan Noem sebagai anggota kabinet pertama yang dipecat dalam masa jabatan kedua Trump.
Menurut laporan sejumlah media internasional, keputusan tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kontroversi kebijakan, pengelolaan departemen, hingga isu pribadi yang terus menjadi sorotan publik.
Meski dicopot dari jabatannya, Trump kemudian menunjuk Noem untuk mengisi posisi lain sebagai utusan khusus dalam forum kerja sama regional.
Reaksi Publik dan Dampak Politik
Pemecatan Kristi Noem memicu beragam reaksi di Amerika Serikat. Para pengkritiknya menilai keputusan tersebut sudah seharusnya diambil sejak lama karena berbagai kontroversi yang muncul selama masa jabatannya.
Di sisi lain, sejumlah pendukungnya menilai Noem hanya menjadi sasaran kritik politik karena kebijakan kerasnya dalam menangani imigrasi.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa posisi politik tingkat tinggi di Amerika Serikat sangat rentan terhadap tekanan publik, media, serta dinamika internal pemerintahan.
Kontroversi yang menimpa Noem menunjukkan bagaimana isu pribadi, kebijakan pemerintah, dan citra publik dapat saling berkaitan dan mempengaruhi perjalanan karier seorang politisi.
Masa Depan Karier Kristi Noem
Meskipun mengalami pemecatan dari posisi kabinet, karier politik Kristi Noem belum tentu berakhir. Dalam dunia politik Amerika, banyak tokoh yang kembali bangkit setelah menghadapi skandal atau kontroversi.
Sebagai figur yang cukup berpengaruh di Partai Republik, Noem masih memiliki jaringan politik yang kuat. Selain itu, pengalaman panjangnya di dunia pemerintahan juga menjadi modal penting untuk kembali aktif dalam panggung politik nasional.
Namun demikian, bayang-bayang kontroversi yang pernah menimpanya kemungkinan akan tetap melekat dalam perjalanan karier politiknya di masa mendatang.

